top of page

Group

Public·130 members
Jack Torres
Jack Torres

KBBI Online: Arti Kata Konteks dan Contoh Penggunaannya




Konteks: Apa itu dan Mengapa Penting?




Konteks adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam berkomunikasi dan memahami makna. Tanpa konteks yang jelas dan sesuai, kita bisa salah menginterpretasikan pesan atau informasi yang kita terima atau sampaikan. Namun, apa sebenarnya konteks itu? Dan bagaimana cara kita mengetahui dan menggunakan konteks dengan baik?




konteks


DOWNLOAD: https://www.google.com/url?q=https%3A%2F%2Ft.co%2FJbRbCdY35P&sa=D&sntz=1&usg=AOvVaw3h85bN4O636WN9mXC7UkLW



Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian konteks, jenis-jenis konteks, dan cara mengetahui dan menggunakan konteks dengan baik dalam berkomunikasi. Kita juga akan memberikan beberapa contoh dan tips untuk membantu Anda menguasai konteks dengan lebih mudah dan efektif.


Jenis-Jenis Konteks




Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Ada beberapa jenis konteks yang perlu kita ketahui dan pahami. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing jenis konteks:


Konteks Linguistik




Konteks linguistik adalah konteks yang berkaitan dengan bahasa atau unsur-unsur bahasa yang digunakan dalam suatu komunikasi. Konteks linguistik dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yaitu:


konteks budaya dalam komunikasi


konteks verbal dan nonverbal


konteks situasional dalam linguistik


konteks sosial dalam pembelajaran


konteks sejarah dalam sastra


konteks organisasi dalam manajemen


konteks politik dalam hubungan internasional


konteks hukum dalam penegakan hukum


konteks ekonomi dalam pembangunan


konteks pendidikan dalam kurikulum


konteks agama dalam kehidupan masyarakat


konteks psikologis dalam perilaku manusia


konteks lingkungan dalam kesehatan


konteks teknologi dalam inovasi


konteks seni dalam apresiasi


konteks etika dalam bisnis


konteks media dalam informasi


konteks global dalam era digital


konteks lokal dalam kearifan lokal


konteks kritis dalam pemikiran kritis


konteks pragmatis dalam bahasa


konteks semiotik dalam tanda dan makna


konteks sosiokultural dalam antropologi


konteks filosofis dalam pemahaman diri


konteks estetis dalam keindahan


konteks intertekstual dalam teks-teks sastra


konteks interdisipliner dalam penelitian


konteks intrapersonal dan interpersonal dalam komunikasi diri


konteks kognitif dan afektif dalam proses belajar mengajar


konteks fungsional dan struktural dalam analisis wacana


Konteks Sintaktis




Konteks sintaktis adalah lingkungan gramatikal dari suatu unsur bahasa yang menent Konteks sintaktis adalah lingkungan gramatikal dari suatu unsur bahasa yang menentukan makna dan fungsi unsur tersebut. Misalnya, kata "buku" dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks sintaktisnya, seperti:


  • Buku itu sangat tebal. (Buku sebagai subjek)



  • Saya suka membaca buku. (Buku sebagai objek)



  • Buku saya hilang. (Buku sebagai keterangan milik)



Konteks sintaktis dapat membantu kita membedakan antara homonim (kata yang sama bentuknya tapi berbeda maknanya) dan polisemi (kata yang sama bentuk dan maknanya tapi berbeda nuansanya). Misalnya, kata "kunci" dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks sintaktisnya, seperti:


  • Saya lupa membawa kunci rumah. (Kunci sebagai alat untuk membuka pintu)



  • Kunci sukses adalah kerja keras. (Kunci sebagai metafora untuk sesuatu yang penting atau menentukan)



  • Saya tidak tahu kunci lagu ini. (Kunci sebagai istilah musik untuk menunjukkan nada dasar)



Konteks Semantik




Konteks semantik adalah lingkungan makna dari suatu unsur bahasa yang mempengaruhi pemahaman dan interpretasi unsur tersebut. Konteks semantik dapat meliputi sinonim (kata yang sama atau mirip maknanya), antonim (kata yang berlawanan maknanya), hiponim (kata yang termasuk dalam kelompok kata lain), hiperonim (kata yang mencakup kelompok kata lain), ko-hipe Konteks semantik adalah lingkungan makna dari suatu unsur bahasa yang mempengaruhi pemahaman dan interpretasi unsur tersebut. Konteks semantik dapat meliputi sinonim (kata yang sama atau mirip maknanya), antonim (kata yang berlawanan maknanya), hiponim (kata yang termasuk dalam kelompok kata lain), hiperonim (kata yang mencakup kelompok kata lain), ko-hiponim (kata yang termasuk dalam kelompok kata yang sama), kolokasi (kombinasi kata yang sering digunakan bersama), dan konotasi (makna tambahan atau implisit dari suatu kata). Misalnya, kata "besar" dapat memiliki konteks semantik yang berbeda tergantung pada kata-kata lain yang mengiringinya, seperti:


  • Besar hati. (Sinonim: mulia, dermawan, berjiwa besar)



  • Besar kepala. (Antonim: rendah hati, sederhana, tidak sombong)



  • Besar badan. (Hiponim: tinggi, gemuk, berotot)



  • Besar keluarga. (Hiperonim: orang tua, anak, saudara)



  • Besar harapan. (Ko-hiponim: besar cita-cita, besar impian, besar ambisi)



  • Besar pasak daripada tiang. (Kolokasi: ungkapan untuk menggambarkan seseorang yang boros atau tidak sesuai kemampuan)



  • Besar mulut. (Konotasi: negatif, berarti suka membual atau mengumbar rahasia)



Konteks Pragmatik




Konteks pragmatik adalah konteks yang berkaitan dengan tujuan, situasi, dan kondisi komunikasi yang mempengaruhi makna dan tindakan yang dihasilkan oleh suatu unsur bahasa. Konteks pragmatik dapat meliputi implikatur (makna tersirat atau tidak langsung dari suatu ujaran), presuposisi (asumsi atau anggapan yang mendasari suatu ujaran), tindak tutur (fungsi atau tujuan dari suatu ujaran), dan kesantunan (cara berkomunikasi yang menghormati norma dan nilai sosial). Misalnya, kalimat "Apakah kamu sudah makan?" dapat memiliki konteks pragmatik yang berbeda tergantung pada siapa, kapan, dan di mana kalimat tersebut diucapkan, seperti:


  • Apakah kamu sudah makan? (Implikatur: menawarkan atau mengajak makan bersama)



  • Apakah kamu sudah makan? (Presuposisi: menganggap bahwa lawan bicara belum makan)



  • Apakah kamu sudah makan? (Tindak tutur: bertanya atau menanyakan keadaan)



  • Apakah kamu sudah makan? (Kesantunan: menunjukkan perhatian atau kepedulian)



Konteks Non-Linguistik




Konteks non-linguistik adalah konteks yang berkaitan dengan faktor-faktor di luar bahasa yang mempengaruhi makna dan interpretasi suatu komunikasi. Konteks non-linguistik dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yaitu:


Konteks Situasi




Konteks situasi adalah lingkungan fisik atau temporal dari suatu komunikasi yang menentukan latar belakang atau kondisi komunikasi tersebut. Misalnya, waktu, tempat, suasana, kejadian, dll. Konteks situasi dapat membantu kita memahami konteks pragmatik dengan lebih baik. Misalnya, kalimat "Saya lapar" dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks situasinya, seperti:


  • Saya lapar. (Waktu: jam makan siang. Tempat: kantin sekolah. Suasana: ramai dan bising. Kejadian: sedang berbicara dengan teman. Makna: menyatakan keinginan untuk makan.)



  • Saya lapar. (Waktu: jam tidur malam. Tempat: kamar kos. Suasana: sepi dan Saya lapar. (Waktu: jam tidur malam. Tempat: kamar kos. Suasana: sepi dan gelap. Kejadian: sedang menonton film horor. Makna: menyatakan ketakutan atau kecemasan.)



Konteks Budaya




Konteks budaya adalah lingkungan sosial atau kultural dari suatu komunikasi yang menentukan nilai, norma, kebiasaan, dan perilaku yang dianggap pantas atau tidak pantas dalam komunikasi tersebut. Misalnya, agama, etnis, ras, gender, dll. Konteks budaya dapat membantu kita memahami konteks semantik dengan lebih baik. Misalnya, kata "anjing" dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks budayanya, seperti:


  • Anjing. (Budaya: Indonesia. Agama: Islam. Makna: hewan yang dianggap najis atau tidak suci.)



  • Anjing. (Budaya: Amerika. Agama: Kristen. Makna: hewan yang dianggap sahabat atau peliharaan.)



Konteks Sosial




Konteks sosial adalah lingkungan interpersonal atau relasional dari suatu komunikasi yang menentukan hubungan, peran, status, dan kekuasaan antara para komunikator. Misalnya, keluarga, teman, guru, atasan, dll. Konteks sosial dapat membantu kita memahami konteks pragmatik dan kesantunan dengan lebih baik. Misalnya, kalimat "Tolong beri saya air" dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks sosialnya, seperti:


  • Tolong beri saya air. (Konteks sosial: antara anak dan ibu. Hubungan: dekat dan akrab. Peran: anak dan orang tua. Status: rendah dan tinggi. Kekuasaan: lemah dan kuat. Makna: permintaan atau permohonan yang sopan dan wajar.)



  • Tolong beri saya air. (Konteks sosial: antara murid dan guru. Hubungan: jauh dan formal. Peran: murid dan guru. Status: rendah dan tinggi. Kekuasaan: lemah dan kuat. Makna: perintah atau tuntutan yang tidak sopan dan tidak wajar.)



Cara Mengetahui dan Menggunakan Konteks dengan Baik




Setelah mengetahui jenis-jenis konteks, kita perlu tahu bagaimana cara mengetahui dan menggunakan konteks dengan baik dalam berkomunikasi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan:


Mengetahui Tujuan dan Audiens Anda




Sebelum berkomunikasi, kita perlu mengetahui tujuan dan audiens kita. Tujuan adalah apa yang ingin kita capai atau sampaikan melalui komunikasi kita. Audiens adalah siapa yang akan menerima atau mendengarkan komunikasi kita. Dengan mengetahui tujuan dan audiens kita, kita bisa menentukan konteks yang paling sesuai untuk komunikasi kita.


Misalnya, jika tujuan kita adalah memberikan informasi tentang konteks kepada audiens yang belum tahu apa-apa tentang konteks, maka kita perlu menggunakan konteks yang informatif, jelas, dan mudah dipahami. Jika tujuan kita adalah membujuk audiens untuk me


About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...

Members

bottom of page